Detail Cantuman Kembali
analisa penambahan bilge keel pada kapal ikan tradisional terhadap stabilitas dan tahanan kapal
Daerah Paciran kabupaten Lamongan adalah salah satu daerah penghasil ikan yang ada di jawa timur. Bentuk badan kapal kebanyakan di pengaruhi oleh budaya sekitar sehingga bentuk badan kapal yang dibangun memiliki ciri-ciri sesuai kebudayaan dan tradisi daerah mereka berasal. Pada kapal ikan ini memiliki perbedaan pada lambung yaitu adanya pemasangan sirip lambung (Bilge Keel). Perbedaan lambung adanya pemasangan sirip lambung mengindikasikan perbedaan stabillitas pada kapal saat berlayar dan keselamatan penumpang. Dalam penganalisaan ini sudah menggunakan Software Maxsurf untuk mengetahui hasil stabillitas dan tahanan kapal. Dari Penelitian ini menunjukan kapal ikan dengan Bilge Keel dan tanpa Bilge Keel pada 5 kondisi (LightShip, FullLoad, Ballast 50%, Ballast 75%, dan Ballast 100%) sudah sesuai dengan IMO (Internatonal Maritime Organization), dengan derajat kemiringan 0º s/d 30º, 0º s/d 40º, 30º s/d 40º, 30º, dan Max Gz 30º. Kapal dengan kecepatan 5 sampai 7 knot, dan untuk kapal dengan Bilge Keel memiliki hasil Resistance lebih tinggi sekitar 0,9 - 1,1 KN. Sedangkan kapal tanpa Bilge Keel memiliki hasil Resistance lebih rendah sekitar 0,8 – 0,9 KN.
622.20.14 Dwi a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2020
Surabaya
xiv, 77 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







